KOMPONEN
DATABASE SERVER
Database atau Basis Data adalah media penyimpanan
elektronik yang berisi kumpulan informasi atau data secara sistematik sehingga
dapat diakses dengan suatu program komputer ketika informasi atau data tersebut
dibutuhkan. Secara lebih sederhana, database dapat diartikan sebagai sekumpulan
tabel yang berisi informasi, yang disimpan di dalam komputer.
Istilah database bukan sesuatu yang asing lagi bagi
institusi manapun saat ini, terutama instansi yang membutuhkan pencatatan,
mengolah dan menggunakan informasi dalam jumlah besar. Fungsi database elektronik telah menggantikan cara penyimpanan
manual yang membutuhkan ruang besar seperti perpustakaan, lemari arsip, rak dokumen,
dan sebagainya.
Database
berperan penting dalam pengolahan data karena alasan-alasan berikut:
- Sebagai penyedia informasi, database menjadi komponen utama dalam arus sistem informasi
- Memelihara kualitas informasi dan dapat menyajikannya secara cepat, akurat, dan tetap relevan melalui update informasi.
Data yang
akan disimpan ke dalam database lebih dulu didefinisikan secara spesifik berupa
tipe data, struktur data, dan batasan-batasan data. Menyimpan data atau
informasi ke database, berarti kita dapat mengorganisasi data, menghindari
duplikasi, melakukan update data yang rumit, dan menghubungkan antar-data.
1. Hardware
Hardware
atau perangkat keras yang dimaksud di sini adalah perangkat komputer standar
sebagai pendukung operasi pengolahan data yang terdiri dari CPU, disk,
terminal, memori, dan lain-lain.
- Komputer Analog
Komputer
jenis ini tidak memerlukan bahasa perantara. Bekerja secara kontinyu dan
paralel untuk mengolah data bersifat kuantitatif berupa angka-angka atau
besaran fisik seperti ukuran gelombang suara, temperatur dan tekanan udara,
kecepatan angin, arus listrik, dan lain-lain. Komputer analog biasanya dimanfaatkan untuk mengatur
atau mengendalikan sebuah mesin, sehingga banyak diterapkan sebagai alat
pengukur voltase listrik, seismograf analog, atau untuk memantau denyut jantung
pasien di rumah sakit.
Komputer analog mampu mencocokkan pengukuran secara
tepat, mengolah data dengan cepat, dan mengontrol secara otomatis pada proses
kerja industri. Namun, data yang diolah seringkali kurang tepat, tidak dapat
atau kurang mampu memproses data berupa angka, hanya digunakan untuk satu
masalah khusus, komponennya berlebihan dan rumit, tidak multifungsi, dan
penggunaan daya listrik yang tidak seimbang.
- Komputer Digital
Contoh
komputer digital adalah komputer PC yang biasa kita gunakan sehari-hari,
kalkulator, atau timbangan berat badan digital. Komputer ini bekerja lebih baik
dibandingkan komputer analog karena bisa mengolah data lebih
tepat, bisa menyimpan data, dan bisa melakukan operasi logika. Selain itu data
yang disimpan dapat dikoreksi, dan output yang dihasilkan bisa berupa angka,
grafik, gambar, dan huruf.
- Komputer Hybrid
Komputer
hybrid merupakan gabungan dari kedua jenis komputer yang disebutkan di atas.
Komputer hybrid bekerja lebih cepat dari komputer digital dan lebih tepat
dibandingkan komputer analog. Karena itu, komputer hybrid diaplikasikan pada
mesin-mesin robot di pabrik-pabrik.
2. Software sistem operasi (Operating System)
Software sistem operasi (OS) merupakan
perangkat lunak yang bersifat opsional untuk memfungsikan, mengendalikan
seluruh sumber daya, serta melakukan operasi dasar pada sistem komputer. Contoh
software OS yakni Windows 9x, Linux, Unix, Windows 2000/XP). Software
OS harus kompatibel atau sesuai dengan software pengelola basis data
yang digunakan.
- Fungsi Sistem
Operasi
- Jenis Sistem
Operasi Komputer
- Pengertian
Software
- Contoh Sistem
Operasi Komputer dan Penjelasannya
- Tujuan
Mempelajari Sistem Operasi Komputer
3. Software pengelola basis data (DBMS)
Untuk
memasukkan data ke dalam database atau, sebaliknya, mengambil data dari
database, diperlukan perangkat lunak yang disebut dengan Database Management
System (DBMS) atau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai Sistem
Menajemen Basis Data. Dengan DBMS, user dapat mengontrol, memelihara,
dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dikatakan efisien karena DBMS
tidak hanya merancang struktur data yang kompleks, tetapi juga memberikan
kemudahan kepada user yang awam untuk menggunakan data tersebut tanpa harus
mengetahui kompleksitas strukturnya.
- Mengolah pendefinisian data;
- Menangani permintaan user
untuk mengakses data;
- Memeriksa keamanan dan integrity
data yang didefinisikan oleh Database Administrator (DBA);
- Menyimpan informasi yang
menggambarkan data dalam database yang biasa disebut metadata;
- Menangani kegagalan dalam akses
data apabila terjadi kerusakan sistem ataupun disk;
- Menangani semua fungsi secara efisien.
DBMS adalah
perantara untuk user dengan database, sehingga interaksi antara user
dengan database memerlukan bahasa pemrograman tertentu. Adapun bahasa
pemrograman tersebut terdiri dari dua macam seperti dijelaskan di bawah ini:
- Data Definition Language (DDL). Digunakan untuk membuat tabel
baru, memuat indeks, ataupun mengubah tabel.
- Data Manipulation Language
(DML).
Digunakan untuk memanipulasi dan pengambilan data dari database,
seperti menambahkan data baru, menghapus data, atau mengubah data.
4. Sofware program aplikasi
Perangkat
lunak program aplikasi database yang umum digunakan dalam pemrograman
dan dianggap sebagai perangkat database high level, antara lain:
- MySQL. Kelebihannya stabil dan cukup
tangguh, gratis, security yang baik, mendukung transaksi, dan
fleksibel dengan berbagai program. Namun perangkat lunak ini kurang
mendukung koneksi bahasa pemrograman Visual Basic, Delphi, atau Foxpro.
Selain itu tidak mampu menangani data dalam jumlah besar dan belum
mendukung widowing function.
- Microsoft SQL Server. DBMS ini mampu mengelola data
besar, keamanan baik, mampu melakukan back up, recovery, dan
rollback data, serta bisa membuat database mirroring dan clustering.
Tetapi untuk mendapatkannya harus dengan biaya mahal karena software
ini berlisensi, dan perangkat ini hanya bisa dijalankan di Microsoft
Windows.
- Oracle. Jenis ini termasuk rumit
sehingga memerlukan DBA yang handal, dan membutuhkan biaya yang mahal.
Sesuai dengan harganya, software ini bisa digunakan oleh organisasi
atau perusahaan besar karena memiliki fitur-fitur yang lengkap.
Selain
ketiga software tersebut, yang termasuk kategori perangkat database
high level lainnya adalah Sybase, Interbase, XBase, Paradox, Foxpro, Visual
Foxpro, MongoDB, dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk software
database low level adalah Btrieve dan Tsunami Record Manager.
5. Data
Data
mengandung pengertian sebagai kumpulan dari sejumlah file atau tabel yang
membentuk sebuah database. Data merupakan komponen terakhir dari bangunan
database yang tersusun secara berjenjang dari karakter, field, record, file,
dan data.
Di dalam
database dikenal istilah entitas (entity) dan atribut. Entitas bisa
berupa tempat, kejadian, konsep, atau orang yang informasinya direkam. Setiap
entitas memiliki sebutan untuk mewakili suatu entitas, yang disebut atribut.
Sebagai contoh, entitas mahasiswa pada suatu perguruan tinggi memiliki
atribut nama, nomor induk, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, dan
sebagainya. Informasi tentang mahasiswa bersangkutan selanjutnya diproses
menjadi file tertentu, digabungkan dengan file-file mahasiswa lainnya, sehingga
menjadi data tentang kemahasiswaan.
6. Pengguna (User)
User adalah orang-orang yang memiliki
otoritas untuk berinteraksi dengan sistem database. User
diklasifikasikan menjadi:
- Database Administrator, yaitu user yang menjadi
pusat pengendali seluruh sistem database. Berwenang utuk menentukan
pola struktur database, memodifikasinya, membagi tugas pengolahan,
dan sebagainya.
- Aplication Programmer, yaitu user yang membuat
program aplikasi untuk berinteraksi dengan sistem atau mengakses database
dengan cara pemanggilan bahasa pemrograman tertentu.
- Sophisticated User, yaitu user yang
melakukan request (permintaan) untuk berinteraksi dengan sistem
dalam bentuk bahasa query database, seperti menggunakan MS-Access,
SQL, dan sebagainya.
- Specialized User, yaitu user yang menulis
aplikasi database tidak untuk pemrosesan data secara tradisional
melainan untuk keperluan khusus seperti pengolahan citra, sistem pakar,
atau aplikasi artificial intelegent.
- Naive User, yaitu user umum yang tidak memerlukan keahlian khusus dalam pemrograman dan cukup menjalankan aplikasi yang tersedia untuk berinteraksi dengan sistem untuk mengakses data.
Terima Kasih Semoga Bermanfaat!!!!


0 komentar:
Posting Komentar