ulfa by titik nuriah on Scribd
Senin, 31 Juli 2017
Minggu, 23 Juli 2017
definisi data base dan fungsinya
By Unknown di Juli 23, 2017
DEFINISI DATA BASE DAN FUNGSINYA
A.
Definisi Data Base dan Fungsinya
Data base adalah kumpulan
tabel-tabel yang saling berelasi ditunjukan dengan atribut kunci dari tiap
tabel yang ada. Suatu Data base menunjukan satu kumpulan data yang dipakai
dalam satu lingkup sistem.Dalam satu tabel terdapat record-record yang sejenis,
Sama besar,sama bentuk merupakansatu kumpulan entity yang seragam.
Basis data (
Data Base), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang
disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa
menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data
tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri
(query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management
system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah
“basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin
luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis
data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada
sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi dan kumpulan
data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar
dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari
pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta
yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan
obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut.
Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis
data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum
digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman
mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan
dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya
menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel
diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti
model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk
mewakili hubungan antar tabel.
Istilah
basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan
perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data
(database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak
administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti
tersebut.
Kelompok Basis Data
Berdasarkan struktur data di dalam basis data, maka basis data dapat dikelompokkan kedalam:
Berdasarkan struktur data di dalam basis data, maka basis data dapat dikelompokkan kedalam:
A.
Basis data relasional
Basis Data relasional menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data.
Contoh-contoh Basis Data Relasional :
n DB2 à IBM
* ORACLE à Oracle
* SYBASE à Powersoft
* INFORMIX à Informix
* Microsoft Access à Microsoft
Basis Data relasional menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data.
Contoh-contoh Basis Data Relasional :
n DB2 à IBM
* ORACLE à Oracle
* SYBASE à Powersoft
* INFORMIX à Informix
* Microsoft Access à Microsoft
B.
Basis data hirarki
Biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua-anak.
Biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua-anak.
1. Basis data jaringan
menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua.
Yang Berkepentingan Dengan Basis Data
* Pemakai akhir dan vendor DBMS
* Programmer aplikasi basis data
* Administrator Basis Data (Database Administrator)Fungsi Basis Data
menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua.
Yang Berkepentingan Dengan Basis Data
* Pemakai akhir dan vendor DBMS
* Programmer aplikasi basis data
* Administrator Basis Data (Database Administrator)Fungsi Basis Data
Basis data memiliki peranan penting dalam suatu
organisasi, dan dimanfaatkan untuk sejumlah tujuan yang mendukung tujuan utama
organisasi. Peranan utama basis data antara lain sebagai berikut:
Ketersediaan (availability) : basis data harus
diorganisasi sedemikian rupa sehingga data selalu tersedia ketika diperlukan,
walaupun secara fisik penyimpanan file-file datanya tidak harus berada pada
satu lokasi, tetapi dengan teknologi jaringan komputer file-file data ini
secara logis tersedia bagi penggunanya.
Kecepatan dan kemudahan (speed) : basis data harus bisa menjamin bahwa data dapat diakses dengan mudah dan cepat ketika diperlukan.
Kelengkapan (completeness) : data yang tersimpan dalam basis data harus lengkap, dengan kata lain dapat melayani semua kebutuhan penggunanya, walaupun kata lengkap adalah relatif terhadap kebutuhan setiap orang, namun basis data menjamin kemudahan dalam menambah koleksi data, menjamin kemudahan dalam memodifikasi struktur data seperti penambahan field-field data.
Keakuratan (accuracy) : data dalam file-file database diorganisasi sedemikian rupa sehingga dapat menekan kesalahan-kesalahan pada saat pemasukan (dataentry) dan pada penyimpanan (datastore).
Keamanan (security) : sistem basis data yang baik pasti menyediakan fasilitas pengamanan data sehingga data tidak dapat diakses, dimodifikasi, diubah, atau dihapus oleh orang yang tidak diberi hak. Sistem basis data harus bisa menentukan siapa yang boleh meng-akses data siapa yang tidak boleh, dengan demikian data dapat diamankan.
Pemakaian bersama (data sharing) : basis data umum-nya dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai unit kerja, dan tidak terbatas pada satu pemakai, pada satu lokasi, atau satu aplikasi saja.
Effisiensi penyimpanan (space/storage efficiency) : organisasi basis data dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghindari duplikasi data (redundancy), karena duplikasi data memperbesar ruang penyimpanan. Sistem pengkodean dan relasi data yang diterapkan pada basis data dapat menghemat ruang penyimpanan.
Kecepatan dan kemudahan (speed) : basis data harus bisa menjamin bahwa data dapat diakses dengan mudah dan cepat ketika diperlukan.
Kelengkapan (completeness) : data yang tersimpan dalam basis data harus lengkap, dengan kata lain dapat melayani semua kebutuhan penggunanya, walaupun kata lengkap adalah relatif terhadap kebutuhan setiap orang, namun basis data menjamin kemudahan dalam menambah koleksi data, menjamin kemudahan dalam memodifikasi struktur data seperti penambahan field-field data.
Keakuratan (accuracy) : data dalam file-file database diorganisasi sedemikian rupa sehingga dapat menekan kesalahan-kesalahan pada saat pemasukan (dataentry) dan pada penyimpanan (datastore).
Keamanan (security) : sistem basis data yang baik pasti menyediakan fasilitas pengamanan data sehingga data tidak dapat diakses, dimodifikasi, diubah, atau dihapus oleh orang yang tidak diberi hak. Sistem basis data harus bisa menentukan siapa yang boleh meng-akses data siapa yang tidak boleh, dengan demikian data dapat diamankan.
Pemakaian bersama (data sharing) : basis data umum-nya dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai unit kerja, dan tidak terbatas pada satu pemakai, pada satu lokasi, atau satu aplikasi saja.
Effisiensi penyimpanan (space/storage efficiency) : organisasi basis data dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghindari duplikasi data (redundancy), karena duplikasi data memperbesar ruang penyimpanan. Sistem pengkodean dan relasi data yang diterapkan pada basis data dapat menghemat ruang penyimpanan.
B.
Data
Base Manajemen Sistem (DBMS)
Diperlukan suatu sistem untuk
diintegrasikan data file kedalam suatu file sehingga bisa melayani user yang
berbeda.perangkat keras dan lumak serta prisedur yang
mengelola data base manajemen sistem.
C.
Fungsi
yang penting dari DBMS adalah sebagai berikut:
1.
Menyediakan
sistem akses cepat.
2.
Mengurangi
kerangkapan data dan redudancy data.
3.
Memungkan
adanya updating secara bersana.
4.
Menyediakan
sistem yang memungkinkan dilakukan pengembangan database.
5.
Memberikan
perlindungan dari pihak pemakai tidak berhak.
jenis - jenis Data Base
By Unknown di Juli 23, 2017
Jenis-jenis aplikasi Data Base Server
A. MySQL
MySQL
adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris:
database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan
sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia
sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License
(GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus
dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.Tidak sama dengan
proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh
komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya
masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial
Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya.
Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah:
David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.
1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil
pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server,
Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2. Free (bebas didownload) MySQL didistribusikan
secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara
cuma-cuma.
3. Stabil
dan tangguh, fleksibel dengan berbagai pemrograman
4. Security
yang baik dan mendukung transaksi
5. Dukungan
dari komunitas dan perkembangan software yang cukup cepat
6. Kemudahan management database
Kekurangan MySQL :
Tidak cocok untuk menangani data dengan jumlah yang
besar, baik untuk menyimpan data maupun untuk memproses data.
Memiliki keterbatasan kemampuan kinerja pada server
ketika data yang disimpan telah melebihi batas maksimal kemampuan daya tampung
server karena tidak menerapkan konsep Technology Cluster Server.
B.
ORACLE
Oracle adalah relational database management
system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan
terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena
kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
·
Dapat bekerja di lingkungan
client/server (pemrosesan tersebar)
·
Menangani manajemen space dan
basis data yang besar
·
Mendukung akses data secara
simultan
·
Performansi pemrosesan
transaksi yang tinggi
·
Menjamin ketersediaan yang
terkontrol
·
Lingkungan yang terreplikasi
Kelebihan Dan Kekurangan
Oracle
Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri
dengan berbagai kebutuhan dan kondisi khusus yang dapat berubah-ubah. Sebagai
contoh, organisasi yang besar membutuhkan server yang terdistribusi dan
memiliki redundancy sehingga pelayanan bisa diberikan secara cepat dan tidak
terganggu jika ada server yang mati. Organisasi tersebut juga mempunyai
berbagai macam aplikasi yang dibuat dengan beragam bahasa pemrograman dan
berjalan di berbagai platform yang berbeda. Oracle memiliki banyak sekali fitur
yang dapat memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi besar tersebut.
Berbagai fitur tersebut membuat Oracle menjadi DBMS yang rumit dan sulit untuk
dipelajari, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan
fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sistem informasi di organisasi yang
berukuran besar.
Skalabilitas mengacu pada kemampuan untuk terus
berkembang dengan penambahan sumber daya. Organisasi yang besar harus mampu
melakukan transaksi data dalam volume yang besar dan akan terus bertambah
besar. Jika dijalankan hanya pada satu server saja, MySQL memang bisa berjalan
lebih cepat daripada Oracle. Namun jika satu server sudah tidak bisa lagi
menangani beban yang terus bertambah besar, kinerja MySQL mengalami stagnasi
karena keterbatasan server tersebut. Namun Oracle mendukung fitur Grid yang
dapat mendayagunakan lebih dari satu server serta data storage dengan mudah dan
transparan. Hanya dengan menambahkan server atau data storage ke dalam Oracle
Grid, maka kinerja dan kapasitas Oracle dapat terus berkembang untuk mengikuti
beban kerja yang terus meningkat.
Demikianlah salah satu (atau dua) keunggulan dari
Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun Oracle merupakan DBMS yang paling
rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-perusahaan besar memilih Oracle dan
tidak menggunakan DBMS seperti MySQL yang gratis karena mereka membutuhkan
fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem informasi yang mereka gunakan.
C.
Microsoft SQL Server
Microsoft
SQL Server
adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft.
Bahasa query utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL
standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server
digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan
menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis
data besar.
Microsoft
SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan
protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga
mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk
bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah
kemampuannya untuk membuat basis data mirroring dan clustering. Pada versi
sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh cacing komputer SQL Slammer yang
mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.
Kekurangan
Microsoft SQL :
Hanya dapat diimpelementasikan pada 1 unit server, jika terdapat tambahan
server maka hanya akan berfungsi sebagai pasif / standby server (tidak memiliki
kemampuan Technology Cluster Server seperti halnya pada DMBS
Oracle).
Hanya bisa berjalan pada satu platform system operasi yaitu Microsoft
Windows.
Merupakan software berlisensi dan berharga mahal untuk perusahaan skala
kecil dan menengah.
Kelebihan
Microsoft SQL :
Cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, menengah, dan besar sehingga
mampu untuk mengolah data dengan jumlah yang besar.
Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user
bisa diatur hak akses terhadap suatu database oleh database administrator.
Untuk diterapkan pada pembangunan suatu program aplikasi, akan mudah dalam
melakukan koneksi dengan computer client yang pembangunan aplikasinya
menggunakan software yang sama platform dengan MS-SQL, misalnya Microsoft
Visual Basic.
Memiliki
tingkat pengamanan / security data yang baik.
Memiliki
kemampuan untuk back-up data, rollback data, dan recovery data.
Memiliki
kemampuan untuk membuat database mirroring dan clustering.
D.
Clipper
Clipper
adalah bahasa pemrograman komputer keluarga XBase yang digunakan untuk membuat
program komputer utamanya yang berjalan pada sistem operasi DOS. Secara lebih
spesifik, clipper umumnya digunakan untuk membuat program-program yang terkait
dengan database/bisnis (contoh. akuntansi, manajemen simpan/pinjam, dan
lain-lain).
Sejarah
Clipper pertama kali diperkenalkan pada tahun 1985 oleh Nantucket, yang
kemudian dijual kepada Computer Assosiates, sebagai kompiler untuk dBASE III
yang sangat populer pada masa itu. kompilasi kode-kode dBASE berarti
mengubahnya dari kode interpretasi (kode sumber yang bisa dibaca oleh manusia),
yang harus di interpretasikan oleh komputer setiap kali setiap baris
dijalankan, menjadi P-code (atau pseudo-code), yang menggunakan Mesin Virtual
untuk memproses p-code yang telah dikompilasi tersebut. Meskipun P-code tidak
lebih cepat daripada kode mesin yang dihasilkan oleh kompiler bahasa lain
(C++), namun secara keseluruhan P-code masih jauh lebih cepat dibandingkan
interpreter.
E.
Firebird
1)
Sejarah Firebird
Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS
(Relational Database Management System) yang bersifat open source. Awalnya
adalah perusahaan Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari
aplikasi database-nya InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah
kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi InterBase secara open
source, justru kembali ke pola komersial software. Tapi pada saat yang
bersamaan programmer-progammer yang tertarik dengan source code InterBase 6.0
tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code database ini
dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.
Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basis data
relasional yang menawarkan fitur-fitur
yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik
di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird di diarahkan
dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari
Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya
mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama” dikembangkan oleh Borland.
Modul-modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah
Initial Developer's Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya
dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah
InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi
dari Mozilla Public License 1.1.
2) Kelebihan – Kelebihan Firebird :
1)
Kemudahan installasi.
2)
Gratis/tidak berbayar.
3)
Memiliki fitur standard yang lumayan lengkap (Stored
Procedure, View, Trigger).
4)
Dibangun dengan arsitektur multigenerasi
5)
Database hanya 1 file atau multispan file.
6)
Memiliki fitur Embeded Server.
7)
Dukungan pada banyak platform (windows, linux, unix,
solaris, mac os).
8)
Footprint yang kecil.
9)
Dukungan pada UDF.
10)
Komunitas yang besar.
11)
Dukungan driver yang luas.
3) Beberapa kemampuan dari open source DBMS ini antara
lain:
Ø
Firebird support dengan
transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa
di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird support dengan
savepoint pada suatu transaksi dan kita bisa melakukan rollback kembali ke
savepoint yang kita tentukan tadi (ini mirip seperti fasilitas pada Oracle).
Ø
Firebird menggunakan sintaks standard untuk
menciptakan suatu foreign key
Ø
Firebird support row level locks, secara default
Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-version concurrency system.
Ini artinya bahwa semua session pada database akan melihat data yang lama
sampai data yang baru sudah di-commit ke dalam database. Sebagai alternative
untuk locking juga bisa digunakan perintah select…
for update with lock
Ø
Firebird support stored procedure dan triggers dengan
bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin
belajar. Triggers pada Firebird mirip seperti yang dijumpai dalam Oracle yaitu
menggunakan before atau after insert, update atau delete. Ini berbeda dengan
sistem trigger pada Sybase atau MS SQL Server yang menggunakan tabel virtual inserted
dan deleted.
Ø
Firebird bisa melakukan
replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibuat oleh pihak ketiga, tetapi
sebenarnya teknik replikasi ini seperti konsep trigger yang selalu memonitor
adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database.
Ø
Firebird support dengan multiple data file, ya,
Firebird bisa menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database.
Ini sangat berguna bagi para DBA (Database Administrator) untuk
mengadministrasi database.
Ø
Software untuk mengadministrasi mudah didapat karena
banyak sekali software untuk mengadministrasi database Firebird, misalnya saja
EMS IB Manager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon dan banyak lagi yang
lainnya. Aplikasi tersebut ada yang komersial atau bahkan ada yang open source.
Ø
Library connection untuk Firebird yang sudah tersedia
ada banyak, ada driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider. Bahkan
dari PHP juga sudah disediakan library untuk koneksi ke database Firebird ini.
Ø
Banyaknya fasilitas support
dan maintenance karena banyaknya komunitas Firebird. Di Indonesia sendiri
komunitas yang sering menggunakan Firebird biasanya adalah programmer Delphi.
F. DATABASE DEKSTOP PARADOX
Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”,
yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada
database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara
lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces,
db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu
yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam
Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan
DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database seperti pada Ms.
Acces.
G. POSTGRE SQL
Postgre SQL merupakan tool untuk membuat database
server yang bersifat open source yang memiliki licensi GPL (General Public
License). Postgre SQL mendukung bahasa pemrograman seperti : SQL, C, C++, Java,
PHP dan lainnya.
Dengan lisensi GPL, Postgre SQL dapat digunakan,
dimodifikasi dan didistribusikan oleh setiap orang tanpa perlu membayar lisensi
(free of charge) baik untuk keperluan pribadi, pendidikan maupun komersil.
Kebanyakan PostgreSQL tersedia untuk pengguna Linux.
Jumat, 21 Juli 2017
DataBase
By Unknown di Juli 21, 2017
KOMPONEN
DATABASE SERVER
Database atau Basis Data adalah media penyimpanan
elektronik yang berisi kumpulan informasi atau data secara sistematik sehingga
dapat diakses dengan suatu program komputer ketika informasi atau data tersebut
dibutuhkan. Secara lebih sederhana, database dapat diartikan sebagai sekumpulan
tabel yang berisi informasi, yang disimpan di dalam komputer.
Istilah database bukan sesuatu yang asing lagi bagi
institusi manapun saat ini, terutama instansi yang membutuhkan pencatatan,
mengolah dan menggunakan informasi dalam jumlah besar. Fungsi database elektronik telah menggantikan cara penyimpanan
manual yang membutuhkan ruang besar seperti perpustakaan, lemari arsip, rak dokumen,
dan sebagainya.
Database
berperan penting dalam pengolahan data karena alasan-alasan berikut:
- Sebagai penyedia informasi, database menjadi komponen utama dalam arus sistem informasi
- Memelihara kualitas informasi dan dapat menyajikannya secara cepat, akurat, dan tetap relevan melalui update informasi.
Data yang
akan disimpan ke dalam database lebih dulu didefinisikan secara spesifik berupa
tipe data, struktur data, dan batasan-batasan data. Menyimpan data atau
informasi ke database, berarti kita dapat mengorganisasi data, menghindari
duplikasi, melakukan update data yang rumit, dan menghubungkan antar-data.
1. Hardware
Hardware
atau perangkat keras yang dimaksud di sini adalah perangkat komputer standar
sebagai pendukung operasi pengolahan data yang terdiri dari CPU, disk,
terminal, memori, dan lain-lain.
- Komputer Analog
Komputer
jenis ini tidak memerlukan bahasa perantara. Bekerja secara kontinyu dan
paralel untuk mengolah data bersifat kuantitatif berupa angka-angka atau
besaran fisik seperti ukuran gelombang suara, temperatur dan tekanan udara,
kecepatan angin, arus listrik, dan lain-lain. Komputer analog biasanya dimanfaatkan untuk mengatur
atau mengendalikan sebuah mesin, sehingga banyak diterapkan sebagai alat
pengukur voltase listrik, seismograf analog, atau untuk memantau denyut jantung
pasien di rumah sakit.
Komputer analog mampu mencocokkan pengukuran secara
tepat, mengolah data dengan cepat, dan mengontrol secara otomatis pada proses
kerja industri. Namun, data yang diolah seringkali kurang tepat, tidak dapat
atau kurang mampu memproses data berupa angka, hanya digunakan untuk satu
masalah khusus, komponennya berlebihan dan rumit, tidak multifungsi, dan
penggunaan daya listrik yang tidak seimbang.
- Komputer Digital
Contoh
komputer digital adalah komputer PC yang biasa kita gunakan sehari-hari,
kalkulator, atau timbangan berat badan digital. Komputer ini bekerja lebih baik
dibandingkan komputer analog karena bisa mengolah data lebih
tepat, bisa menyimpan data, dan bisa melakukan operasi logika. Selain itu data
yang disimpan dapat dikoreksi, dan output yang dihasilkan bisa berupa angka,
grafik, gambar, dan huruf.
- Komputer Hybrid
Komputer
hybrid merupakan gabungan dari kedua jenis komputer yang disebutkan di atas.
Komputer hybrid bekerja lebih cepat dari komputer digital dan lebih tepat
dibandingkan komputer analog. Karena itu, komputer hybrid diaplikasikan pada
mesin-mesin robot di pabrik-pabrik.
2. Software sistem operasi (Operating System)
Software sistem operasi (OS) merupakan
perangkat lunak yang bersifat opsional untuk memfungsikan, mengendalikan
seluruh sumber daya, serta melakukan operasi dasar pada sistem komputer. Contoh
software OS yakni Windows 9x, Linux, Unix, Windows 2000/XP). Software
OS harus kompatibel atau sesuai dengan software pengelola basis data
yang digunakan.
- Fungsi Sistem
Operasi
- Jenis Sistem
Operasi Komputer
- Pengertian
Software
- Contoh Sistem
Operasi Komputer dan Penjelasannya
- Tujuan
Mempelajari Sistem Operasi Komputer
3. Software pengelola basis data (DBMS)
Untuk
memasukkan data ke dalam database atau, sebaliknya, mengambil data dari
database, diperlukan perangkat lunak yang disebut dengan Database Management
System (DBMS) atau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai Sistem
Menajemen Basis Data. Dengan DBMS, user dapat mengontrol, memelihara,
dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dikatakan efisien karena DBMS
tidak hanya merancang struktur data yang kompleks, tetapi juga memberikan
kemudahan kepada user yang awam untuk menggunakan data tersebut tanpa harus
mengetahui kompleksitas strukturnya.
- Mengolah pendefinisian data;
- Menangani permintaan user
untuk mengakses data;
- Memeriksa keamanan dan integrity
data yang didefinisikan oleh Database Administrator (DBA);
- Menyimpan informasi yang
menggambarkan data dalam database yang biasa disebut metadata;
- Menangani kegagalan dalam akses
data apabila terjadi kerusakan sistem ataupun disk;
- Menangani semua fungsi secara efisien.
DBMS adalah
perantara untuk user dengan database, sehingga interaksi antara user
dengan database memerlukan bahasa pemrograman tertentu. Adapun bahasa
pemrograman tersebut terdiri dari dua macam seperti dijelaskan di bawah ini:
- Data Definition Language (DDL). Digunakan untuk membuat tabel
baru, memuat indeks, ataupun mengubah tabel.
- Data Manipulation Language
(DML).
Digunakan untuk memanipulasi dan pengambilan data dari database,
seperti menambahkan data baru, menghapus data, atau mengubah data.
4. Sofware program aplikasi
Perangkat
lunak program aplikasi database yang umum digunakan dalam pemrograman
dan dianggap sebagai perangkat database high level, antara lain:
- MySQL. Kelebihannya stabil dan cukup
tangguh, gratis, security yang baik, mendukung transaksi, dan
fleksibel dengan berbagai program. Namun perangkat lunak ini kurang
mendukung koneksi bahasa pemrograman Visual Basic, Delphi, atau Foxpro.
Selain itu tidak mampu menangani data dalam jumlah besar dan belum
mendukung widowing function.
- Microsoft SQL Server. DBMS ini mampu mengelola data
besar, keamanan baik, mampu melakukan back up, recovery, dan
rollback data, serta bisa membuat database mirroring dan clustering.
Tetapi untuk mendapatkannya harus dengan biaya mahal karena software
ini berlisensi, dan perangkat ini hanya bisa dijalankan di Microsoft
Windows.
- Oracle. Jenis ini termasuk rumit
sehingga memerlukan DBA yang handal, dan membutuhkan biaya yang mahal.
Sesuai dengan harganya, software ini bisa digunakan oleh organisasi
atau perusahaan besar karena memiliki fitur-fitur yang lengkap.
Selain
ketiga software tersebut, yang termasuk kategori perangkat database
high level lainnya adalah Sybase, Interbase, XBase, Paradox, Foxpro, Visual
Foxpro, MongoDB, dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk software
database low level adalah Btrieve dan Tsunami Record Manager.
5. Data
Data
mengandung pengertian sebagai kumpulan dari sejumlah file atau tabel yang
membentuk sebuah database. Data merupakan komponen terakhir dari bangunan
database yang tersusun secara berjenjang dari karakter, field, record, file,
dan data.
Di dalam
database dikenal istilah entitas (entity) dan atribut. Entitas bisa
berupa tempat, kejadian, konsep, atau orang yang informasinya direkam. Setiap
entitas memiliki sebutan untuk mewakili suatu entitas, yang disebut atribut.
Sebagai contoh, entitas mahasiswa pada suatu perguruan tinggi memiliki
atribut nama, nomor induk, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, dan
sebagainya. Informasi tentang mahasiswa bersangkutan selanjutnya diproses
menjadi file tertentu, digabungkan dengan file-file mahasiswa lainnya, sehingga
menjadi data tentang kemahasiswaan.
6. Pengguna (User)
User adalah orang-orang yang memiliki
otoritas untuk berinteraksi dengan sistem database. User
diklasifikasikan menjadi:
- Database Administrator, yaitu user yang menjadi
pusat pengendali seluruh sistem database. Berwenang utuk menentukan
pola struktur database, memodifikasinya, membagi tugas pengolahan,
dan sebagainya.
- Aplication Programmer, yaitu user yang membuat
program aplikasi untuk berinteraksi dengan sistem atau mengakses database
dengan cara pemanggilan bahasa pemrograman tertentu.
- Sophisticated User, yaitu user yang
melakukan request (permintaan) untuk berinteraksi dengan sistem
dalam bentuk bahasa query database, seperti menggunakan MS-Access,
SQL, dan sebagainya.
- Specialized User, yaitu user yang menulis
aplikasi database tidak untuk pemrosesan data secara tradisional
melainan untuk keperluan khusus seperti pengolahan citra, sistem pakar,
atau aplikasi artificial intelegent.
- Naive User, yaitu user umum yang tidak memerlukan keahlian khusus dalam pemrograman dan cukup menjalankan aplikasi yang tersedia untuk berinteraksi dengan sistem untuk mengakses data.
Terima Kasih Semoga Bermanfaat!!!!
Subscribe to:
Komentar (Atom)

